Susu, juga dikenal sebagai “sou-sou” atau “susu box”, adalah sistem simpan pinjam tradisional yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di komunitas Afrika dan Karibia. Ini adalah bentuk perbankan komunal di mana sekelompok individu mengumpulkan uang mereka secara teratur, biasanya mingguan atau bulanan, dan memutar dana di antara anggotanya. Sistem ini memungkinkan peserta untuk menyimpan dan meminjam uang tanpa memerlukan lembaga keuangan formal.
Asal usul Susu dapat ditelusuri kembali ke Afrika Barat, di mana hal ini merupakan praktik umum di antara berbagai kelompok etnis. Kata “susu” diyakini berasal dari bahasa Yoruba yang berarti “rencana” atau “usulan”. Konsep Susu dibawa ke Karibia oleh budak Afrika selama perdagangan budak transatlantik dan sejak itu telah tertanam dalam budaya negara-negara seperti Jamaika, Trinidad dan Tobago, dan Haiti.
Di komunitas Afrika dan Karibia, Susu memainkan peran penting dalam memberikan dukungan keuangan dan stabilitas bagi individu dan keluarga. Hal ini memungkinkan peserta menabung untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan memulai usaha. Pada saat dibutuhkan, anggota juga dapat meminjam uang dari kelompok dengan tingkat bunga rendah, menjadikannya sumber kredit yang mudah diakses dan terjangkau.
Selain manfaat praktisnya, Susu juga mempunyai arti penting secara budaya dan sosial. Hal ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara para peserta, karena para anggota berkumpul untuk mendukung tujuan dan aspirasi keuangan satu sama lain. Sistem ini juga mendorong literasi dan disiplin keuangan, karena peserta didorong untuk menabung secara teratur dan mengelola uang mereka dengan bijak.
Selain perannya dalam rumah tangga individu, Susu juga telah digunakan sebagai alat pemberdayaan ekonomi dan pengembangan masyarakat. Di beberapa komunitas, kelompok Susu berperan penting dalam mendanai proyek-proyek komunitas, seperti pembangunan sekolah, klinik, dan infrastruktur. Pendekatan kolektif terhadap keuangan ini telah terbukti menjadi alat yang ampuh untuk mengangkat komunitas marginal dan mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Susu mengalami kebangkitan popularitas sebagai sarana inklusi dan pemberdayaan keuangan. Dengan kemajuan teknologi, beberapa kelompok telah memodernisasi sistem Susu tradisional dengan menciptakan platform digital dan aplikasi seluler untuk memfasilitasi transaksi dan mengelola tabungan kelompok. Inovasi ini membuat Susu lebih mudah diakses oleh khalayak yang lebih luas dan membantu melestarikan serta mempromosikan praktik budaya ini untuk generasi mendatang.
Secara keseluruhan, Susu memiliki tempat khusus di komunitas Afrika dan Karibia sebagai tradisi kuno yang mewujudkan nilai-nilai kerja sama, solidaritas, dan ketahanan finansial. Dengan menelusuri sejarah dan makna budaya Susu, kami mendapatkan apresiasi lebih dalam atas warisan abadi sistem simpan pinjam yang unik ini.
